Sabtu, 07 Januari 2012

Yip Man (葉問)

Kalau tidak salah dua tahun yang lalu untuk pertama kalinya saya menonton film yang berceritakan tokoh legendaris Ip Man. Sebenarnya, saat saya diajak nonton oleh sahabat-sahabat saya, pikir saya ini film kartun. Hahahaha. 

Maklum ada film kartun yang sering diputar di salah satu TV Swasta Nasional saat saya masih kecil dulu, yang judulnya juga Ip Man (Bacanya ip men). Berhubung saya sendiri tidak pernah mengenal sosok Yip Man, maka saya pun berasumsi ini adalah re-make dari film kartun masa kecil saya, sehingga agak sedikit enggan untuk menonton film animasi "BIASA" di bioskop. Menurut saya beli DVD sudah cukuplah, apalagi sekarang DVD "orisinil a'la mangga dua" udah banyak yang bagus dan murah-murah lagi.

Namun saat saya menyaksikan film-nya, ada perasaan yang berbeda ketika melihat film semi dokumenter kisah perjuangan seorang Yip Man melawan penjajah Jepang. Kejujurannya, kerendahan hatinya bahkan terhadap istrinya sendiri, kesabarannya saat ditantang duel serta selalu memposisikan diri untuk tetap "menyelamatkan muka" orang lain. Belum lagi ketetiaannya kepada sahabat-sahabatnya serta kebijaksanaannya.

Karena keteladanan beliau, saya kemudian mencari tahu lebih banyak tentang beliau yang akhirnya hari ini dapat saya tuangkan didalam tulisan berjudul Yip Man (葉問). Mungkin ada beberapa hal yang masih kurang dari tulisan saya, sehingga bila ada masukan atau ada tambahan-tambahan, mohon bantuannya untuk segera menginfokan kepada saya via email. Terima kasih.

Yip Man
(葉問)
Yip Man (1 October 1893 – 2 December 1972), juga dikenal dengan nama dialek lainnya yaitu Ip Man, atau dengan nama lengkap lainnya Yip Kai-Man (葉繼問). Beliau adalah seorang pesilat China baik sebagai pelaku maupun penikmat, yang saat ini istilah kerennya adalah Seni Bela Diri China - Chinese Martial Art. Beliau sendiri pada akhirnya memiliki begitu banyak murid-murid yang kemudian menjadi guru-guru besar Seni Bela Diri dengan langgam (jenis) masing-masing termasuk Bruce Lee.

Yip terlahir dari pasangan Yip Oi-dor dan Ng Shui, dan merupakan putra ketiga dari empat bersaudara. Beliau terlahir dari keluarga kaya di wilayah Fohsan, Guangdong, dan dalam masa pembelajarannya menerima pendidikan secara China Tradisional. Kakak laki-laki tertuanya adalah Yip Kai-gak, dan kakak perempuan tertuanya adalah Yip Wan-mei sedangkan beliau memiliki seorang adik perempuan yaitu Yip Wan-hum.

Yip memulai belajar Wing Chun (Salah satu jenis bela diri) dari Guru Chan Wah Sun ketika beliau berumur 13 tahun. Dan karena saat itu Guru Chan sudah berumur 70th, maka Yip merupakan muridnya yang terakhir, dan karena alasan umur pula, maka Yip lebih banyak belajar kepada Murid Chan yang kedua yaitu Ng Chung-sok.Guru Chan kemudian meninggal ketika Yip berguru selama 3th, dan salah satu permintaan terakhirnya adalah agar Ng meneruskan mengajadi Yip sampai selesai.

Ketika berumur 15th Yip dengan bantuan salah seorang keluarganya, Leung Fut-ting pindah ke Hongkong dan bersekolah di St.Stephen's College setahun kemudian, yang merupakan sekolah terbaik bagi keluarga-keluarga pendatang (Eropa) dan keluarga kaya di Hongkong. 

Diwaktu inilah kemudian Yip terlibat dalam suatu masalah dimana beliau melerai saat melihat seorang Polisi memukul wanita yang lemah. Masalah ini kemudian diceritakan oleh salah seorang teman Yip kepada pria yang tinggal di apartmennya, dan pria ini menantang kemudian Yip untuk bertanding antara Wing Chun (yang menurutnya kurang bagus) dengan alirannya yaitu Chi Sao yakni jenis bela diri yang mengkhususkan untuk mengontrol serangan serta pertahanan. Lawannya ternyata adalah Leung Bik yang mampu mengalahkan Yip hanya dalam beberapa serangan, Leung Bik sendiri ternyata adalah senior dari Chan Wah-shun dan putra dari kakek guru Yip (Guru dari Guru Chan) yaitu Leung Jan. Setelah hari itu, Yip kemudian berlatih kepada Leung Bik.

Yip kembali ke Fohsan ketika berumur 24th dan menjadi seorang Polisi. Beliau mengajarkan Wing Chun kepada bawahan-bawahannya, teman serta keluarganya, namun demikian beliau memilih untuk tidak membuka sekolah bela diri secara resmi yang memungut bayaran. Beberapa dari muridnya kemudian dikenal sebagai Lok Yiu, Chow Kwong-yue (周光裕), Kwok Fu (郭富), Lun Kah (倫佳), Chan Chi-sun (陳志新) dan Lui Ying (呂應). Namun diantara mereka semua, Chow Kwong-yue disebutkan adalah yang terbaik, namun akhirnya Chow memilih untuk berbisnis dan berhenti belajar bela diri. Kwok Fu dan Lun Kah kemudian memiliki murid-murid sendiri dan mengajarkan Wing Chun di wilayah Foshan dan Guangdong. 

Chan Chi-sun dan Lui Ying kemudian pergi ke Hongkong, namun tak satupun diantara keduanya mengajarkan bela diri. Yip kemudian tinggalbersama Kwok Fu ketika terjadi perang kedua antara Jepang-China yang dikenal dengan Sino-Japannese War dan kembali setelah perang reda dan meneruskan karirnya menjadi Polisi. Yip meninggalkan Fohsan dan meuju Hong Kong di tahun 1949 setelah Partai Komunis China yang berkuasa memproklamirkan Repblik Rakyat China di China daratan. Yip sendiri adalah petugas Kuomintang (Partai Nasional China) yang merupakan rival dari Partai Komunis pada perang saudara China.

Yip sendiri tidak pernah benar-benar berhasil membangun sekolah bela diri. Namun sebagian dari murid-muridnya yang berhasil kemudian membuat namanya menjadi lebih populer. Di tahun 1967, Yip dan beberapa muridnya membangun Hong Kong Wing Chun Athletic Association (香港詠春拳體育會).

Yip Man's Graveyard
Di akhir hayatnya Yip diisukan menggunakan Opium yang mana saat itu sangat terkenal di China daratan. Bahkan salah seorang muridnya, Duncan Leung mengatakan bahwa salah satu kegagalannya karena beliau menggunakan uang sekolah hasil jerih payahnya untuk membeli opium.

Yip meninggal pada 2 Desember 1972 dengan penyakit kanker tenggorokan. Warisan terbesarnya adalah Wing Chun yang telah dikenal secara global. 

Beberapa dari muridnya yang terkenal adalah : Leung Sheung, Lok Siu, Leung Ting, Chu Shong-Tin, Wong Shun Leung, Wong Kiu (王喬), Yip Bo-ching (葉步青), William Cheung, Hawkins Cheung, Bruce Lee (李小龍), Wong Long, Wong Chok, Law Bing, Lee Shing, Ho Kam-ming, Moy Yat, Duncan Leung, Derek Fung Ping-bor (馮平波), Chris Chan Shing (陳成), Victor Kan Wah Chit (簡華捷), Stanley Chan, Chow Sze-chuen, Tam Lai, Lee Che-kong, Kang Sin-sin, Simon Lau, kemudian keponakannya Lo Man-kam, dan kedua puteranya Ip Ching dan Ip Chun.

Foshan Museum Ancestral Temple
Selain itu, Yip juga meninggalkan tulisan otentik tentang Wing Chun serta banyak barang-barang di Yip Man Tong Museum di Fohsan. 

Selain itu peninggalan-peninggalan beliau hari ini bisa disaksikan di Yip Man Memorial Hall yang digabung dalam sebuah bangunan Kuil Leluhur Fohsan sekaligus Museum yang dibuka untuk umum. 

Disana anda bisa melihat-lihat barang-barang peninggalan beliau mulai meja tulis, tulisan tangan, Tanda pengenal, Tulisan-tulisan tentang pengobatan tradisional China pembelajaran Yip Man serta alat-alat latihan bela diri yang dipakai beliau selama menjadi Guru.


Sumber Penulisan :
- Yip Man – Portrait of a Kung Fu Master, Page:3, Author(s): Ip Ching and Ron Heimberger, Paperback: 116 pages, Publisher: Cedar Fort (23 January 2001), Language: English, ISBN 1-55517-516-3, ISBN 978-1-55517-516-0
"Sam kwok Wing Chun – Yip Man Family Tree". Kwokwingchun.co.uk. Retrieved 29 November 2011.
- Bruce Lee: Fighting Spirit: A Biography, Bruce Thomas, p. 208 "Both Bruce's father and even his wing chun master Yip Man were no strangers to the opium pipe."
- Complete Wing Chun: The Definitive Guide to Wing Chun's History and Traditions, Author(s): ~ Robert Chu, Rene Ritchie,Y. Wu, Page:9, Paperback: 160 pages, Publisher: Tuttle Publishing; 1st edition (15 June 1998), Language: English, ISBN 0-8048-3141-6, ISBN 978-0-8048-3141-3 
- "History and Philosophy of Ip Man including family tree". Southfieldswingchun.co.uk. November 2011.
- As written in Romanised text in his passport which is on display in the Yip Man Tong museum in Foshan in China.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar