Kamis, 25 Juli 2013

Su Dong Po 蘇東坡

Mungkin banyak teman-teman yang pernah menonton drama seri China yang berjudul Su Dong Po yang terkenal sekitar tahun 2008 lalu dengan pemain terkenal Ruby Lin dan Lu Yi. Drama seri ini sangat terkenal dan diputar di CCTV China dan hingga saat ini diberbagai kota di Indonesia masih dijual seri filmnya yang terkenal romantis dan sedikit tragis. ( Silahkan cek http://www.youtube.com/watch?v=s1zqG1u_n1s&feature=player_embedded untuk Trailer Drama Seri ini, bila setelah itu ingin mencari film-nya jangan heran karena memang patut untuk ditonton :D )

Sudongpo
Cover Promo Drama Seri Su Dong Po
Saya tertarik untuk menelusuri lebih jauh tentang sosok Su Dong Po yang sebenarnya terlepas dari bumbu-bumbu drama serial tersebut. Kebetulan beberapa saat lalu saya berkesempatan kembali ke Hangzhou dimana banyak kisah cinta bermunculan dan diceritakan kembali dengan begitu menarik oleh setiap guide-nya. Adalah sebuah tempat yang paling terkenal dan "must be seen" di Hangzhou yaitu Danau Xi Hu, didepan sebuah taman terdapat patung Su Dong Po yang kebanyakan orang China mengenalnya sebagai Sastrawan dan Negarawan pada jaman Dynasty Song.

Berikut adalah beberapa legenda mulut kemulut serta beberapa literatur yang saya temukan mengenai sosok Su Dong Po yang menarik dan patut untuk diteladani.

Su Dong Po terlahir dengan nama Su Shi 苏 轼 juga dikenal sebagai Dong Po (Tanggal 8 Bulan Pertama tahun 1037 - Tanggal 24 Bulan kedelapan tahun 1101) adalah seorang penulis Cina, penyair, pelukis, kaligrafi, farmakolog, gastronome, dan seorang negarawan dari Dinasti Song (960-1279). Su merupakan salah satu tokoh penting dalam era Dynasty Song yang bersama-sama dengan Sima Guang ikut untuk melawan berbagai kebijakan-kebijakan baru golongan Wang Anshi. Su Shi berkontribusi besar pada penulisan-penulisan penting abad ke 11 yang diterjemahkan ke berbagai bahasa dan sangat berpengaruh pada masyarakat China serta berbagai negara sekitarnya termasuk Jepang. Bahkan dialihkan ke dalam bahasa Inggris yang ditulis ulang oleh Arthur Waley. Bahkan dalam hal seni Su Shi dianggap sebagai salah satu orang paling berpengaruh di abad ke-11.

Nama Su Shi yang diberikan oleh ayahnya (Su Xun) berasal dari makna sebuah penyambung kereta (pada bagian depan kereta), dikenal pula dengan nama gelar Zizhan (子瞻) serta nama samaran yang sering digunakannya dalam berbagai sastra yang ditulisnya yaitu Dongpo Jushi (东坡 居士) atau Su Dong Po (苏东坡). Su Shi lahir di Meishan dekat dengan gunung Emei yang sekarang terletak diwilayah Sichuan, bersama dengan saudara lelakinya Su Zhe, dikenal sebagai Sastrawan terkenal.

Pendidikan awalnya dibimbing oleh seorang Imam Tao di sekolah desa setempat, kemudian dari ibunya juga beliau belajar apalagi mengingat untuk jaman itu ibunya adalah seorang yang berpendidikan tinggi. Menikah di umur 17thn dan lulus bersama adiknya pada ujian negara saat berumur 19thn dengan tingkatan Jinshi yakni sebuah posisi tinggi dalam pemerintahan. Untuk itu beliau diperhatikan kemudian oleh Kaisar Renzong serta Ouyang Xiu yang kemudian menjadi panutan dari Su Shi. 

Memulai karirnya di tahun 1060 dan sepanjang dua puluh tahun berikutnya, Su memegang berbagai jabatan pemerintahan di seluruh China terutama di Hangzhou. Di mana beliau dipercaya untuk bertanggung jawab membangun lintas penyeberangan melintasi Danau Barat yang masih menyandang namanya: Suti (苏堤). Selain itu beliau pernah menjabat sebagai hakim di Mizhou yang hari ini tepatnya beradi di wilayah distrik Zhucheng Provinsi Shandong. Kemudian ketika menjadi gubernur Suzhou, dia pernah menulis peringatan kepada kekaisaran pada tahun 1078, pengeluhannya tentang kondisi ekonomi yang memprihatinkan dan potensi pemberontakan bersenjata di Liguo Prefektur Industri, di mana tempat sebagian besar dari industri besi Cina didirikan.

Lukisan Sosok Su Shi
Su Shi sering bertentangan dengan salah satu penguasa politik yaitu Wang Anshi. Salah satunya yaitu Su Shi pernah menulis sebuah puisi mengkritik reformasi Wang Anshi, terutama monopoli pemerintah dikenakan pada industri garam. Karena berbagai gesekan politis akhirnya Su Shi ditahan dan dituduh menghina Kaisar dengan puisinya, padahal puisi tersebut bertujuan untuk mengkritik kebijakan Wang Anshi. Namun kemudian ternyata Wang Anshi sendiri tidak pernah terbukti dalam penangkapan ini karena saat itu Wang Anshi sudah pensiun serta memiliki hubungan yang sangat baik dengan Su Shi. Pada tahun 1080-1086 Su Shi memulai kehidupan pengasingannya yang pertama dalam keadaan sangat miskin di kota Hubei sebagai seorang pejabat rendahan. Di saat inilah Su mulai menyibukan diri dengan melatih meditasi Buddha, serta dengan bantuan temannya Su dapat membangun sebuah rumah kecil di tahun 1081. Disinilah nama Dong Po mulai dikenal, dan saat ini pula pertumbuhan sastranya mulai dikenal. Disini pula sebuah penggalan puisinya yang terkenal dibuat yaitu Han Shi Tie. Di tahun 1086 semua orang yang berada di pengasingan ditarik kembali ke ibukota akibat pergantian takhta, namun Su kembali diasingkan di tahun 1094 ke wilayah Huizhou (Saat ini bagian wilayan Guangdong) serta Danzhou (Saat ini wilayahnya termasuk Hainan). Di pengasingan Huizhou beliau mencapai titik keemasannya dengan menorehkan 2300 dari total 2700 puisinya yang sebagian diantaranya terkenal hingga hari ini serta 800bh surat hidup. Selain itu ditahun 1098 kembali beliau menorehkan karya dengan dibangunnya akademi Dong Po dalam pengasingannya. Selain itu juga membuat sebuah karya terkenal Chibifuyaitu sebuah penggalan prosa yang menceritakan peperangan Red Cliffs yang merupakan kisah Liu Bei dan Sun Quan dengan jumlah prjuritnya yang sedikit namun dapat memenangkan perang dengan Cao Cao. Kemenangan tersebut akhirnya meruntuhkan Dynasty Han Timur dan menyeretnya dalam perang Tiga Negara yang terkenal.

Di tahun 1100 beliau menerima pengampunan kemudian ditugaskan ke Chengdu. Namun sayangnya dalam perjalanan menempuh tugasnya, beliau meninggal di tahun 1101 di wilayah Changzhou, Provinsi Jiangsu dalam usia 64thn. Setelah beliau meninggal, penghargaan terbesar diterimanya dengan diburunya semua hal yang pernah berhubungan dengan beliau, mulai tulisan, karya setengah jadi hingga tempat-tempat yang pernah dikunjungi maupun ditinggalinya. 

Su Shi pernah menikah dua kali dan memiliki seorang selir. Istri pertamanya Wang Fu dinikahi saat umurnya 19thn. Wang Fu diceritakan berasal dari Sichuan dan pendiam, Wang Fu meninggal pada tanggal dua bulan lima lunar. Kemudian Su Shi menikah kembali dengan Wang Runzhi, yaitu adik sepupu istrinyanya dari jalur ayah dan lebih muda 11thn dari beliau.  Su sangat menyayangi istrinya yang dianggapnya bijaksana karena memperlakukan ketiga puteranya dengan sama, khususnya putera pertamanya yang lahir dari istri pertamanya. Wang Runzhi meninggal di usia 46thn di tahun 1093. Dalam kesedihannya Su meminta apabila beliau meninggal untuk dikuburkan bersama dengan istri keduanya. 

Selir Su adalah Wang Zhaoyun yang merupakan gadis penyanyi (penghibur) di Qiantang. Su menebusnya saat Zhaoyun berusia 12thn dan setelahnya menjadikannya selir. Diantara sahabat Su, Zhaoyun-lah mungkin yang paling terkenal. Qin Guan yang merupakan salah satu kenalan dekat Su mengungkapkan bahwa Zhaoyuan mendapatkan banyak hadiah puisi dari Su karena kecantikan dan suaranya yang merdu. Namun berada didalam pemerintahan membuat Su sering berpisah dengan orang-orang yang dicintainya, termasuk pada perayaan-perayaan besar yang harus dilaluinya sendiri dalam mengemban tugas negara. 

Catatan Penyusun:
Keteladanan Su Dong Po dalam kisah diatas tersamarkan, poin-poin utamalah yang sedikit tersampaikan diantaranya kejujuran dan keikhlasannya dalam mengemban tugas negara walaupun terpisah dari orang-orang yang disayanginya. Kecintaannya yang mendalam pada pendampingnya serta keuletannya dan kegigihannya mengejar apa yang dianggapnya benar walaupun harus menjadi bagian dari yang terbuang selama bertahun-tahun dalam pengasingan. Banyak kisah orang hebat dalam literatur China, mereka menjadi legenda dan dikenang karena kehebatannya menjunjung tinggi nilai-nilai prinsip dalam kehidupan.

Sumber Penulisan:
- Hatch, George. (1993) "Su Hsun's Pragmatic Statecraft" in Ordering the World : Approaches to State and Society in Sung Dynasty China, ed. Robert P. Hymes, 59–76. Berkeley: Berkeley University of California Press.
- Hegel, Robert E. "The Sights and Sounds of Red Cliffs: On Reading Su Shi," Chinese Literature: Essays, Articles, Reviews (CLEAR) (Volume 20 1998): 11-30.
- Yang, Vincent. Nature and Self: A Study of the Poetry of Su Dongpo, With Comparisons to the Poetry of William Wordsworth (American University Studies, Series III). Peter Lang Pub Inc, 1989.
- Ronald Egan, Word, Image, and Deed in the Life of Su Shi. Cambridge (Mass.): Harvard University Press, Harvard-Yenching Institute Monograph Series, 1994.
- Hartman, Charles. "Poetry and Politics in 1079: The Crow Terrace Poetry Case of Su Shih," Chinese Literature: Essays, Articles, Reviews (CLEAR) (Volume 12, 1990): 15–44.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar